Rabu, 29 September 2010

Totalitas dan Hati yang Berserah

Kejadian 22: 16-18

Kata-Nya: "Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri--demikianlah firman TUHAN--:Karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku, maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya. Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena engkau mendengarkan firman-Ku."

Tahukah Anda bahwa keinginan yang muncul dalam hati Kita terkadang merupakan cara Tuhan menaruh sebuah visi dalam hidup Kita. Walaupun sepertinya keinginan tersebut sepertinya tidak berkaitan dengan panggilan kita, namun dalam perjalanan menuju penggenapan, maka kita akan menemukan bagaimana Tuhan menjalin semua itu menjadi sebuah kesatuan untuk menggenapi rencana-Nya dalam hidup Kita.

Namun dalam perjalanan menuju penggenapan janji atau visi itu, ada suatu saat dimana Kita mengalami seperti pengalaman Abraham. Saat Abraham sedang bersukacita dan menikmati waktunya bersama Ishak sang “anak perjanjian”, tiba-tiba Tuhan meminta agar anak tersebut dikorbankan dihadapan-Nya.

Bagaimana jika Kita menjadi Abraham? Mungkin Kita akan berkata, “Kok, Tuhan tega sekali sih.. Mengapa sesuatu yang sudah Dia berikan kok diminta lagi?” Namun tidak demikian dengan respon Abraham. Dia tidak mempertanyakan perintah Tuhan, karena dia percaya sepenuhnya kepada Tuhan. Tanpa banyak alasan, dia menuju bukit pengorbanan itu.

Tuhan disenangkan dengan respon Abraham. Yang Tuhan minta dari Abraham sebenarnya bukanlah Ishak, namun hati Abraham. Tuhan menguji hatinya, apakah hati Abraham masih milik Tuhan atau milik Ishak. Tetapi Tuhan menemukan bahwa hati Abraham masih tetap tertuju padanya dan tidak teralihkan sekalipun ia dilimpahi dengan berkat yang melimpah. Bagaimana dengan Kita, masihkah hati Kita tertuju pada Tuhan?

Tuhan tidak menginginkan Ishak Anda, Tuhan menginginkan hati Kita.



Jesus Love You Guys,,

Minggu, 19 September 2010

Siapa kita menurut Dia

Yaah, namanya manusia kadang kita sering merasa bingung akan seberapa berharganya kita di mata Tuhan.. Alkitab jelas mengatakan bahwa kita itu berharga di mata Tuhan, bahkan kita itu berharga bagaikan biji mataNya, dan dia tidak akan biarkan siapapun sentuh biji mataNya..

Saat kita susah, sering kita merasa Tuhan diam, Tuhan seolah cuek dengan apapun yang kita alami, tapi percaya, Dia seperti ayah yang sedang melihat anaknya yang masih kecil tertatih2 belajar berjalan.. mungkin anak itu sedang mencoba sekuat tenaga sampai dia terjatuh, tapi percaya, ada Tuhan dibelakangmu dengan tangan kuatNya yang senantiasa menopang kita hingga kita tak sampai tergeletak..

Karna begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga dikaruniakannya anakNya yang tunggal, Yesus Kristus untuk menebus dosa2 kita lunas, sehingga kita yang percaya padaNya beroleh hidup yang kekal dan tidak terikat lagi pada kuasa maut..

Masih bertanya2 lagikah siapa kita dihadapanNya?? Masih berpikir untuk mengecewakan seorang Raja yang mengangkat hidup kita dan memelihara kita hari lepas hari?
Mengucap syukur kita memiliki Tuhan yang luar biasa..

Do the best.. And be sure God will do the rest..
GBU Abundantly