Jumat, 29 Oktober 2010

Focus, Fight, and Finish it Strong

Kadang banyak orang Kristen yang jatuh berguguran di tengah jalan.. ada yang karena kepahitan, ada yang mempertanyakan penyertaan Tuhan, dan masih banyak lagi alasan lainnya..
Untuk bisa menyelesaikan panggilan kita, ada kunci - kunci yang sangat penting.. 3 diantaranya adalan Focus, Fight, dan Finish..

Fokus..
Mungkin anda sudah memiliki sedikit gambaran tentang apa yang akan saya katakan.. Ya fokus berarti kita menetapkan pandangan kita, kita menetapkan acuan kita pada Tuhan Yesus.. dan apapun yang kita lihat, kita melihatnya lewat Dia..
Mungkin ada sedikit gambaran.. Yesus itu seperti kacamata bagi kita yang memiliki mata minus.. Kita sudah kehilangna fokus kita sehinggal dalam jarak tertentu dan dalam keterbatasan kita, kita melihat semuanya menjadi kabur, dan ketika kita memakai kacamata itu, kita menjadi jelas dan memiliki fokus kembali..
Begitu juga dengan Yesus, biar semua visi - visi dan harapan juga masa depan kita yang mulai kabur, kita lihat MELALUI DIA dan apapun yang kita liha melalui SUDUT PANDANGNYA.. Percayalah anda akan lihat banyak hal yang semula kabur menjadi dinyatakan begitu kuat dalam hidup anda..
Ketika anda mulai fokus dengan Tuhan Yesus, maka setan akan lakukan segala macam cara untuk bisa distract anda dari fokus itu.. Dia akan munculkan banyak masalah - masalah untuk membuat fokus kita kabur lagi dan malah berfokus pada masalah yang berada di antara kita dan Tuhan.. Tapi jagalah fokus anda, lewati masalah itu dan biar anda berdiri di antara masalah itu dan Tuhan.. Tetap fokus padanya, dan masalahmu yang ada di belakang biar Tuhan yang bukakan jalan untuk selesaikan..


Fight..
Dalam perjalanan kita dengan Kristus, pasti akan ada yang namanya pergumulan, dimana kita dituntut untuk men stretch diri kita untuk memiliki sesuatu yang lebih.. Dan inilah saat dimana kita harus bisa fight.. Setan akan lakukan apapun untuk membuat apa yang Tuhan ingin jadikan dalam hidup kita tidak kesampaian..

Ada 5 dusta yang iblis akan katakan ketika kita mencoba fokus pada Tuhan..

Dusta pertama :
"kamu tidak punya cukup uang dan sumber daya.. sudahlah pelayanan ini terlalu besar untuk kamu. jalan biasa - biasa sajalah"
Padahal kalau anda mau percaya.. Anda melayani Tuhan yang empunya segalanya.. semua yang ada di bumi ini adalah milikNya.. Dan apa yang perlu anda kuatirkan dalam hal keuangan?? Kalau memang anda tahu bahwa Tuhan yang panggil dan perintahkan anda dalam pelayanannya, jangan pernah ragu, lakukan dengan gairah dan cinta akan Tuhan, pasti dia akan lakukan bagianNya dan pasti jadi,,

Dusta kedua :
"kamu tidak punya cukup waktu lah untuk layani Tuhan.. Kamu punya banyak kesibukan, sudahlah lupakan pelayanan.."
Percayalah kalau anda melayani Tuhan dan memang Tuhan panggil anda untuk berada di situ, pasti anda akan bisa redeem the time.. anda memiliki pengelolaan waktu ilahi dan memiliki ketepatan. Tuhan yang atur semuanya.. Kadang memang ada sesuatu yang kita harus korbankan, namun semuanya itu pasti Tuhan yang atur.. Dan percayalah, Tuhan kita bukan Tuhan yang berhutang..

Dusta ketiga :
"kamu terlalu lemah.. Kamu tidak punya talenta dan kekuatan untuk lakukan itu"
Simple : Tuhan yang panggil kita.. Dan Tuhan tidak pernah panggil seorang bayi untuk berperang.. Intinya, Tuhan pasti perlengkapi kita, bahkan Dia tahu melebihi pengetahuan kita akan diri kita sendiri..

Dusta keempat:
"Bukan kamu orangnya.. Kamu orang yang salah dalam pelayanan ini, harusnya ini bagian orang lain kok.. Tinggal saja.."
Ingat, Tuhan tidak pernah salah pilih orang.. Dia punya orang - orang pilihanNya, dan kalau Dia sudah pilih anda, lakukanlah bagian anda sebaik yang anda bisa, karena Tuhan pasti punya suatu rencana yang akan dinyatakan lewat hidup anda..

Dusta kelima:
"Kamu tidak akan bisa menyelesaikannya.. Mungkin kamu bisa memperjuangkan dan melakukan fight yang baik.. Tapi tidak akan selesai kok.. Kamu pasti akan quit pada akhirnya.. Daripada kamu terlalu dalam kecewa, lebih baik keluar sekarang.."
Paulus mengatakan bahwa kita adalah orang yang sangat bodoh apabila kita sudah mengawali dengan roh anmun kita keluar di tengah - tengah dan mengakhiri semuanya dengan daging.. Kita sudah mengenal Tuhan kita, namun sudah tinggal sedikit lagi, kita keluar dan tinggalkan Dia..
Jangan pernah keluar dari jalanNya.. Minta Tuhan paksa anda tetap berada dalam rel kehendakNya.

Finish it Strong
Yap, dan kunci yang paling akhir, biar tujuan akhir hidup anda untuk menyenangkanNya.. Dan selesaikan pelayanan dan panggilan anda dengan kuat.. Finish it Strong..
Kalau anda berjalan bersama Yesus, Dia janjikan akan berikan kita kekuatan untuk bisa lakukan semua kehendakNya dan berjalan lewati semua masalah, juga kekuatan untuk selesaikan itu dengan kuat..
So, apa yang bisa buat kita gagal kalau Tuhan sudah beri kekuatan untuk menyelesaikan?
Kalau kita QUIT dan tinggalkan Dia, itulah satu cara kita gagal berjalan dalam kehendakNya..

So, Never QUIT!!
Focus, Fight, Finish it Strong!!

GBU Abudantly :D

Sabtu, 16 Oktober 2010

Hati yang beku

Baru kemarin saya pergi ke persekutuan wilayah saya (komsel / mk), dan pada sesi sharing ada salah satu teman saya yang membagikan bagus sekali, dan kali ini saya ingin membagikannya pada saudara..

Menurut anda, apakah umat israel adalah umat yang beruntung bisa makan roti mana yang merupakan makanan malaikat tiap hari? dengan begitu ajaibnya Tuhan memberi mereka makan hari lepas hari lewat roti yang secara riil turun dari surga. Dan juga burung - burung dara yang tiap hari datang pada mereka untuk mereka masak sebagai lauk..
Bangsa israel adalah bangsa yang lihat dengan matanya sendiri hari demi hari Tuhan lakukan mujizat - mujizat yang luar biasa dan dashyat, tapi kenapa mereka masih bersungut - sungut dan tidak bersyukur pada Tuhan?
Menurut saya, tak lain karena hati mereka sudah dingin, hati mereka beku..

Hal ini membuat mujizat sebesar apapun tampat flat saja di mata mereka. Tak ada ucapan syukur, tak ada ketakjuban dan kekaguman akan Tuhan, semuanya dingin... Bahkan mujizat yang hanya terjadi di hadapan mereka pun mereka tak merespon dengan kehangatan hati, kehausan dan kelaparan akan Tuhan..

Mungkin ada diantara kita yang sudah mulai mengalami seperti ini.. Hati kita dingin, tak lai bisa merespon dengan penuh passion apa yang Tuhan kerjakan di dalam hidup kita akhir - akhir ini.. Ingatlah kasih mula - mula mu pada Tuhan, dimana kamu mau lakukan APAPUN untuk bisa mendekat padaNya, saat kamu membaca alkitab dengan penuh rasa cinta dan ingin mengenal Bapamu, saat kamu rela menjadi olok - olok teman untuk berkomitmen tidak mencontek saat ulangan, saat kamu rela dianggap orang gila melakukan doa syafaat di sekolahmu..

Bangkitkan cinta mula - mulamu.. Miliki hati yang bisa lihat tiap hari kita hidup dalam mujizat dan tanggapi dengan cinta akan Yesus.. Tuhan akan kerja dengan luar biasa dalam hidupmu..

GBU guys.. :D

Minggu, 03 Oktober 2010

Anak yang Seperti Apa?

1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;
1:13 orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.

Ayat mas hari ini: Yohanes 1:12)
Bacaan Alkitab Setahun: Yesaya 17-19; Efesus 5:17-33


Pak Zainal memiliki tiga anak. Dalam hal pemberian, kasih, dan perhatian, Pak Zainal sama sekali tak membuat pembedaan bagi ketiga anaknya tersebut. Akan tetapi, dari ketiganya Pak Zainal mengaku bahwa ada satu anak yang terasa spesial di hatinya. Spesial bukan karena apa yang Pak Zainal lakukan buat anak ini, tetapi sebaliknya, justru karena anak yang satu ini sangat pandai menyenangkan hati ayahnya.

Seorang penafsir Alkitab, William Barclay, menuliskan bahwa di dunia ini ada dua pandangan anak terhadap orangtua yang membesarkannya. Pertama, anak yang hanya menikmati kasih orangtuanya tanpa berbuat apa-apa sebagai timbal baliknya. Baginya, memang sudah kewajiban orangtua untuk memelihara anak-anaknya. Kedua, anak yang tetap mengingat dan sangat menyadari segala jerih payah dan kasih sayang orangtuanya. Dari kesadaran itu, ia menggunakan segala kesempatan untuk menyenangkan orangtuanya sebagai tanda terima kasih kepada mereka.

Alkitab mencatat bahwa setiap orang yang percaya kepada Kristus diberi kuasa atau diangkat menjadi anak-anak Allah. Kita patut mengucap syukur atas hal ini. Akan tetapi, ada satu pertanyaan yang harus kita pikirkan. Sebagai anak Allah, anak yang seperti apakah kita? Apakah kita bersikap seperti anak yang hanya mau menikmati kasih Allah karena kita berpikir bahwa memang sudah sewajarnya Allah memelihara dan memperhatikan kita? Atau, kita menjadi anak yang benar-benar memahami bahwa kasih Allah kepada kita begitu besar, sehingga kita mau menjadi anak yang menyenangkan hati Bapa?

MENJADI ANAK ALLAH SUDAH MERUPAKAN POSISI KITA YANG PASTI

SEBAGAI ANAK YANG DIKASIHI, SELAYAKNYA KITA MENGABDI

GBU Guys.. :D